Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2017

Sekeras tanggung jawab


sumber  : pekerja keras 

  Siang ini sangat terik, matahari terasa menyengat tubuh ini. Kayuh sekopku harus tetap jalan, menurunkan pasir dalam bak truk ini, sendirian. Pantang minum sebelum, semua pasir turun. Keringat ini terus mengalir, dan terus kuusap dengan baju. Kemudian ku peras dan kuusap lagi leher ini. Belum sampai separuh, celana yang kukenakan basah kuyup tak karuan. Sekalipun badan telah ku seka dengan kaos putih yang bawa, tetap saja tak mampu menahand derasnya keringat. Tak masalah, aku tidak sedang mengeluh. Fani anakku harus tetap makan, istriku harus bisa memasak esok pagi. Aku sendiri tak ingin bercerita tentang ini, andaikan istriku tau derasnya keringat ini, mungkin tak akan tega makan dari hasil pekerjaanku.
Kurang tiga sekop lagi selesai, kuseka wajah yang bercucuran keringat ini. kemudian kuselesaikan tiga sekop terakir.

“Sudah selesai pak, “ aku lapor pada pak supir.

“Oh, ini mas upahnya”. Pak sopir itu memberikan beberapa lembar uang kepadaku.

  Dan masih ada banyak truk yang harus kuselesaikan siang ini, ikut menaikan dan menurunkan pasir dari truk pak joni. Tak banyak, Tapi ini cukup untuk beli susu si fani. Untuk dapur aku harus mencari lagi. Dengan senang hati kuterima job dari pak budi, tukang beras di pasar seberang. Jadi, jika sore tiba, aku segera berangkat ke pasar, bukan untuk belanja atau shoping lah istilahnya. Setelah selesai dengan pasir aku bersih diri solat ashar di masjid sebelah penampungan pasir. Meluncurlah aku menuju pasar sebagai kuli panggul beras. Jika siang dengan pasir, sore ini harus dengan beras. Tubuh ini tak bisa lelah. Untunglah istriku ini pengertian, setiap aku pulang. Dia pasti menawarkan diri untuk memijat tubuh ini. Rasa lelah bahakan tak pernah ada ketika melihat fani senang dengan kepulanganku. Aku baru mengerti “ mungkin inilah rasanya menjadi lelaki seutuhnya”.

 Alhamdulillah, istriku ini paham. Tubuh yang peluh dipijat, meski terasa sakit aku hanya diam. Menyembunyikan rasa sakit. Aku memang tak pernah cerita tentang pekerjaanku pada istriku. Aku hanya bilang aku berangkat bekerja, dan aku berpesan “bunda, jangan tanya kerja ayah apa. bunda hanya boleh tanya halalkah yang ayah bawa, doakan ayah” hanya itu. Dengan meninggalkan senyum fani, aku berangkat. Entah apa yang akan kulakukan nanti, yang paling penting yakin.

 Tapi kini aku mengerti, mungkin ini adalah jalan Tuhan. Atau jawaban dari doa-doa istriku, atau mungkin risky untuk si fani anakku. Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang  atas semua risky yang kuterima. Tuhan yang lebih mengerti tentang keadaan hambanya, akan aku jalani, jalan ini.

Inilah keluargaku, aku yang akan bertanggung jawab terhadap anak istriku !!” Tegas mas aris ketika bercerita pada penulis.


Kisah inspiratif :
Mas aris

04/12/2016 
Cerita hikmah motivasi

Minggu, 05 Juni 2016

Tips Tugas Akhir versi Sgt

"Sesungguhnya setiap yang akan menyandang gelar sarjana maka wajib hukumnya mengerjakan tugas akhir(skripsi)". Itu tadi bukan dalil, melainkan ungkapan saya sendiri.

Bagaimana kabar tugas akhir sampean ? itu adalah tips utama yang wajib sampean tanyakan pada diri sampean sendiri. Utama bukan berarti pertama kawan. sabar dulu buat tipsnya, akan saya kasih sedikit intro yang bisa jadi menambah keyakinan untuk melanjutkan membaca tips-tips unik dari saya. Kalau tidak sabar ya langsung saja, scroll ke bawah atau close tabnya. Tapi yakin ndak mau baca nih ?? hehe

Tugas Akhir (TA) merupakan salah satu syarat yang wajib dipenuhi jika telah menyelesaikan (lulus) semua mata kuliah. Biasanya syarat lain berupa TOEFL dengan nilai yang dijadiakan standar atau sertifikasi keahlian, tergantung perguruan tinggi yang menentukan. Dikarenakan hal ini wajib, tentunya akan menjadi kebutuhan tersendiri bagi para mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir.

Sedikit berat jika kita membicarakan mengenai hal ini, tapi tentunya setiap orang memiliki cara tersendiri untuk menikmati tugas akhir ataupun skripsi. Berat atau tidak, sebenarnya tergantung bagaimana cara kita untuk menikmatinya, toh pada penentuan judul tugas akhir tidak ada paksaan dari dosen ataupun pihak lain ketika kita memilih topiknya. Paling yang ada ya topik yang disediakan sebagai pilihan judul tugas akhir terbatas, jadi kita tidak bisa memilih topik yang kita harapkan. Pada akhirnya, mau tidak mau, suka tidak suka, benci tidak benci, cinta tidak cinta kita harus tetap menyayanginya. Dan perhatian adalah bukti kecintaan kita terhadap TA.

Saya sangat yakin, setiap orang punya cara tersendiri dalam menikmati tugas akhir. Sehingga muncul berbagai versi pada tiap tulisan-tulisan di media, Barangkali tulisan versi saya ini bisa menginspirasi anda, monggo, selamat menikmati tips keren di bawah ini.


Tips Pertama,
Buatlah Ucapan terimakasih terlebih dahulu. Pada ucapan terimakasih tentunya akan ditulis nama-nama orang penting yang berpengaruh untuk diri kita, misal orang tua, dosen atau bahkan kekasih jika sudah ada. jika belum ada ya jangan dipaksakan. hehe


Tips Kedua,
Berkumpulah dengan teman-teman yang semangat mengerjakan TA, hal ini bertujuan sebagai pemicu agar semangat kita tetap terjaga. Setidaknya akan ada yang mengingatkan kita dengan pertanyaan "Sudah sampe mana TA mu rek". Jawab saja "Sudah selesai", jika memang sudah selesai. Intinya jujur !
Tips Ketiga,
Sebelum mengerjakan tugas akhir, tentunya kita sudah tau hal apa saja yang akan dilakukan terhadap TA kita. Buatlah timeline detail yang tidak wajar seperti kebanyakan orang, kalau bisa ya punya gaya sendiri yang sekiranya bisa sangat memotivasi untuk ditaati.


Tips keempat,
Pinjamlah toga kakak kelas yang sudah lulus kuliah, kemudian buatlah foto, bisa juga dengan selfie. Edit dengan foto keluargamu, bayangkan betapa bahagianya kedua orang tuamu saat kamu bisa mengenakan toga itu. ingat, Menunda lulus = Menunda membahagiakan orang tua. Itu !


Tips kelima.
Jika punya kekasih, alangkah baiknya jika kamu diamkan saja sementara, kasih kabar dan beri dia pengertian. Supaya ada kesan yang sama-sama saling merindukan ketika kalian bertemu pas selesai sidang akhir nanti. Bukan berarti kamu harus putus kontak, tetapi kamu perlu menjadwal intensitas komunikasi dengan si doi, agar tidak ada percekcokan yang hanya akan menghambat pengerjaan tugas akhir kamu. Kamu pun harus perlu ingat "Menunda tugas akhir = Menunda menghalalkan kekasihmu" . hehemb


Tips Keenam, 
Jangan lupa bimbingan, jaga komunikasi dengan dosen pembimbing, prosentase kelulusan terbesarmu ada disana. Kemudian siapkan syarat-syarat kelulusan seperti TOEFL dan lain sebagainya. Jangan lupa siapkan tabungan untuk wisuda juga. 
Tips ketuju,

Jangan lupa hubungi kedua orang tua, jangan sok sibuk. Faktor X ada pada doa orang tua kita. Terpenting, jangan menyakiti hati kedua orang tua kita. Beri kabar bahagia, jangan kabar keluh kesah terhadap TAmu. okee !!
Tips kedelapan, 
Bagi yang suka game, gamers sejati. Tugas akhir akan menjadi tantangan terberat untuk dilakukan. So, puasa dulu lah buat game nya..

Itu tadi beberapa tips dari saya, kurang lebihnya mohon dimaafkan. Kamu tidak harus ikut dengan tips tadi secara runtut, diacak pun boleh. Ndak mau ngikuti juga ndak ada yang menghukum. hehe


Berdoalah sebelum melakukan semua hal. Siapkan presentasi terbaikmu .. 



sugitcakgit, 
BAK, 05 Juni 2016
campuran motivasi

Ada apa dengan Ramadhan ?


Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti oleh semua umat islam. Bulan ini selalu menawarkan kerinduan bagi setiap insan yang beriman, terlebih karena adanya berlipat-lipat ganjaran yang ditawarkan. Ada yang merindukan nikmatnya sahur dengan orang tercinta, berbuka dengan teman. Ada lagi selain itu, keramaian malam di bulan ramadhan selalu membawa cerita tersendiri bagi kawula muda seperti mercoanan, bermain kembang api dan lain sebagainaya, sepertinya bagi kawula tua pun sama menyenangkannya. Ramadhan selalu membawa kabar bahagia terlebih ketika ada kabar dari saudara yang jauh disana akan berpulang bekumpul dirumah utama. Ada pula kabar baik bagi para pemuda yang akan meminang kekasih hati di malam sembilan. Semua penuh dengan kabar yang membahagiakan.

Ketika ramadhan tiba, seluruh raga dan terutama jiwa akan diproses, digembleng menjadi bersih sebersih-bersihnya. Ketika Siang berpuasa menahan segala sesuatu yang membatalkan puasa selama fajar hingga matahari terbenam sempurna, dan saat malam melaksanakan shalat sunnah terawih. Susai bulan ramadhan pastinya nafsu akan lebih tertata karena telah terbiasa terjaga ketika ramadhan. Tubuh menjadi sehat karena kebiasaan baik bangun pagi, badan menjadi kuat karena kebiasaan melangkahkan kaki ke masjid, pikiran selalu fresh karena bangun sahur dan berpuasa saat siang.

Kabar baik selalu erat dengan bulan ramadhan. Namun selalu saja ada beberapa hal yang menjadi sisi lain di bulan baik ini. Salah satu hal yang Unik adalah ketika berbuka puasa. Jalanan menjadi ramai, Jajanan sebelum adzan magrib tiba-tiba ada di pinggiran jalan. Mulai jajan pasar, roti bakar, nasi bakar, dan semua yang dibungkus rapi dan tak lupa es dawet. Pengunjungnya pun bermacam-macam, dari golongan kanan, golongan kiri, golongan yang suka menyalahkan, golongan yang suka membid’ahkan sampai kaum sandal jepit bercelana komprang pun, ada disana. Berbelanja rapi tanpa saling menyalahkan, Kamu akan membeli es dawet ataukah es degan. Tak sempat lagi mempertanyakan hal itu, sudah terlalu fokus untuk saling antri membayangkan nikmat yang akan didapat jika telah berhasil mendapatkan makanan yang diidamkan.

Mungkin kita juga rindu tetika teman-teman lama saling menghubungi mengajak berbuka bersama, meski lebih sering disebut sebagai meninggalkan shalat magrib bersama-sama. Jika tidak seperti itu, susunan acaranya berganti jadi shalat magrib berjamaah, makan bersama kemudian diskusi ngalor ngidul hingga larut malam. Alhasil meninggalkan shalat isya dan terawih secara berjamaah tanpa menarik kesimpulan dari diskusi yang dilakukan. Anehnya hal ini selalu saja terulang tiap tahunnya, kemudian menjadi hal biasa yang biasa-biasa saja.

Tak hanya itu sebenarnya, jika diruntut hal biasa yang menjadi tak biasa pun ada tiap tahunnya. Apakah itu ?. Yakni konflik lama yang selalu saja dibawa oleh sebagian orang untuk merusak nikmatnya beramadhan. Seperti masalah penentuan awal akhir puasa dan Jumlah rakaat terawih. Penentuan awal akhir puasa tidaklah terlalu ekstrim saat menjadi topik yang dilayangkan melalui media sosial sekalipun, dan seolah-olah semua orang sepakat bahwa penentuan tersebut sudah memiki dasar masing-masing dari tiap golongan yang mereka yakini. Berbeda ketika shalat terawih menjadi bahasan, selalu menjadi adu lempar pendapat yang sebenarnya tidak diperlukan. Terkadang membuat kita ngguyu terpingkal-pingkal tanpa kesadaran, bahwa kita tak bisa memahami semua telah memiliki dasar masing-masing seperti halnya penentuan awal bulan ramadhan.

Permasalahan rasanya tiba-tiba menjadi ada akibat tataran pemahaman yang berbeda. Padahal baik perumusan masalah dan batasan hukum telah dibahas bertahun-tahun silam dan kita tinggal mengikutinya saja. Siapa yang bisa disalahkan, media sosial sekarang ini telah mengeksploitasi semua hal. Atau siapakah yang sedang mengambil keuntungan dari konflik internal yang berusaha dibesarkan. Tidak ada yang tau, yang pasti kebencian semacam ini telah mengakar terbentuk sebelum setan dibelenggu ketika bulan ramadhan. Barangkali setanlah yang sedang mengambil keuntungan ataukah setan yang berkepala hitam. Kita tidak pernah sama-sama tau.

Ini ramadhan, Kita cukup fokus antara kita dengan Tuhan, memperbaiki kualitas hubungan dengan kerabat dan teman. Selebihnya biarkan, agar tiada sesal se-usai ramadhan kemudian.



Sugitcakgit
PPDS, 26 Mei 2016
#GUYU(B) SANTRI motivasi

Jumat, 27 Mei 2016

Kenduren Berkat

Gambar berkat
Berkat... saya rasa tak ada yang asing dengan kata tersebut. Terlebih di desa saya, setiap sudut rumah dan kepala keluarga amat akrab dengan kata berkat. Berkat merupakan suguhan yang dihidangkan pada saat sebuah doa dipanjatkan, bisa juga berkat terhidang ketika ada hajat yang diinginkan. Berbekal kalimat "monggo pak kenduren ing ndalem kulo" dalam bahasa indonesia berarti "mari pak saya undang di hajatan saya", dengan kalimat tersebut setiap orang akan hadir mengiyakan dengan semangat. Kemudian mereka (para undangan) mengajak anaknya masing-masing dan berbondong-bondonglah bapak dan anak menghadiri undangan singkat yang disebut dengan kenduren. Mungkin adik-adik tersebut mengerti ajakan bapaknya, atau bisa jadi hanya ngikut aja dan menng amin kan dengan suara paling keras saat doa di panjatkan, Yang pasti kehadiran mereka menyenangkan sang pemilik hajat. 
Definisi Berkat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah Karunia Tuhan yang membawa kebaikan dalam hidup manusia. Itu menurut KBBI online dari internet, tapi kalau menurut orang-orang di desa saya merupakan kepanjangangan dari " brekk diangkat " yang berarti saat hidangan di suguhkan bisa langsung dihabiskan. Mungkin maksud dari pemakanaan dua suku kata tersebut adalah hajat yang di harapkan segera terjadi dan dikabulkan Tuhan. Ada desa seberang jalan yang menyebutnya sebagai Ambeng berkat, ya tak ada bedanya. Hanya masalah kalimat saja dan tak mengurangi sedikitpun esensi yang terkandung di dalamnya. 
Ambeng berkat tak ubahya adalah sebuah hidangan yang tersaji atas syukur atas suatu hajat yang telah dan akan terlaksana. Sesuatu yang wajib ada saat kita akan melakukan sebuah acara, seperti pernikahan, kithanan maupun acara yang lainya. Bukan hanya acara besar, acara kecil seperti serangkaian peringatan hari ulang tahun, tingkepan ataupun serangkaian proses menanam padi yang disebut orang jawa "keleman, wiwit", nyadran dan banyak sekali yang menjadi akibat adanya sebuah berkat. Selain itu, berkat biasanya digunakan untuk mengumpulkan orang-orang desa dan desa yang lainya saat ada acara sedekah desa dan panen raya. 
Berkat salah satu metoda dalam megumpulkan masyarakat, tak ada yang lebih tinggi dan merasa tinggi kecuali sang pemilik hajat. Biasanya para bapak-bapak yang menghadiri kenduren, akan saling duduk bersama membentuk lingkaran ataupun baris duduk dengan rapi. Sambil menunggu undangan yang lain datang ataupun sebelum doa dipanjatkan, mereka saling berbincang dengan tema yang sama-sama mereka inginkan. Mulai dari pertanian hingga masalah tetangga sebelah yang telah usang, ada saja topik menarik yang menjadi kabar baik bagi sebagaian orang. 
Banyak sekali nilai-nilai yang tertuang dalam sebuah kenduren bersama. Selain penyampaian penguman dari sang pemilik hajat, ataupu pak bayan sebagai pemimpin dusun, biasanya juga para sesepuh desa sedikit menjelaskan nilai-nilai kemanusiaan dan informasi seputar hari yang menjadi hajat, sejarah berdirinya suatu desa, ataupun perjuangan masyarakat dalam menghidupkan desa mereka. Nilai yang lain yakni mengenai silaturahim dan kebersaam yang tercipta tanpa sengaja, seperti cara mengenalkan menantu laki-laki yang berasal dari desa seberang dengan cara menghadiri undangan kenduren tetanggga sebagai bentuk menjadi menantu yang baik. 
Tradisi kenduren ( berkatan) ini cukup melekat bagi orang-orang desa seperti saya, terlebih orang-orang tua yang telah melakukan tradisi ini secara turun temurun hingga saat ini. Namun kegiatan ini tidak se intens masa lalu yang hampir setiap bulan di desa saya selalu saja ada orang yang berhajat ataupun membuat berkat, setidaknya pak bayan (kepala dusun) yang melakukanya untuk mengumpulkan masyarakatnya. Hingga saat ini kegiatan tersebut terus berkurang ke-eksistensinya. Sebut saja desa sebelah yang biasanya melakukan kenduren sebelum panen raya, sekarang tidak lagi melakukanya karena beberapa kelompok yang tak memahami nilai-nilai yang ada di dalamnya. Saya jadi merasa kawatir jika saja hal tersebut akan menular ke desa saya suatu saat nanti. 
Semoga saja hal itu tidak akan terjadi. Kalaupun hal itu terjadi semoga saja tetap di desa sebelah saja dan tidak merambah ke desa-desa sebelahnya.

PPDS, 20 Mei 2016 08.39 
by SugitCakgit
campuran motivasi Tradisional

Kamis, 28 April 2016

Inilah Kelas Inspirasi Kami

Foto Istimewa
Alhamdulillah, itulah kalimat yang paling indah yang bisa terucap di hati ini. Betapa senangnya hari Senin silam (25 April 2016), saya dapat berkumpul dengan orang-orang hebat. Relawan kelas inspirasi Jombang, Itulah sebutan bagi mereka para penginspirasi. Bersamaan dengan bulan peringatan hari Kartini, #SemangatKartini adalah pemicu semangat bagi kami.

Persiapan dilakukan semenjak satu bulan sebelum kelas inspirasi ini dilakukan, Mulai dari penjaringan relawan, pemetaan sekolah dasar hingga pemilihan tempat Briefing dan refleksi. Semua dilakukan para relawan penginisiasi tanpa adanya bantuan dana, keringat, ataupun support dari satu orang pun. Dari sanubari, mungkin itulah ungkapan yang pas bagi mereka para penginspirasi. Tahapan-tahapan yang dilaksanakan sesuai dengan timeline dan konsep yang sangat matang dan tertata. Konsepan ini bukan hanya menganut grand desaign tahun lalu, namun mengikuti desaign yang lebih terbaharui. Hampir semua ditata ulang untuk mendapatkan kualitas yang pas dan mengena pada hari inspirasi.

Tiap tahapan yang dilakukan oleh penginisiasi bukan tanpa masalah. Bahkan, satu demi satu para penginisiasi ini terseleksi oleh alam dengan sendirinya. Tak hanya itu, para peserta inspirator pun bergurguran bak daun kering "mreeteli dewe-dewe". Terkadang hal ini memang membuat pusing, terlebih saat esok adalah hari H Inspirasi. Menyerah, tak ada waktu untuk membahas kalimat itu, seperti sebuah ungkapan "Menyerah adalah langkah yang terputus karena kau tak tau di depan sana terdapat berlian". Mungkin sampean asing dengan kalimat ungkapan itu, karena itu hanya ungkapan saya. haha. Kembali lagi ke topik utama, Semangat kami tak bisa terputus saat teringat masa depan bangsa ini terdapat pada adik-adik negeri ini. Mencoba memutar pikiran ke arah kiri kanan , ke atas bawah, dan ke semua arah. Hasilnya kami eksekusi dengan totalitas tinggi.

Esok adalah hari Inspirasi, Minggu sore kami disibukan dengan perlengkapan dan banyak hal. Mulai banner, alat tulis, gambar-gambar, dan kelengkapan lainya. Kami bagi tugas, ada yang menghubungi para inspirator, ada pula yang memikirkan konsep dengan terbatasnya orang. Kemudian kami membagi porsi tidur. Ada pula yang tak bisa tidur sebab saking gentingnya suasana, karena salah seorang relawan tak kunjung konfirmasi. Sementara dia satu-satunya yang digadang-gadang akan mensukseskan acara inti.

Hari telah tiba, Senin pagi kami bersiap berangkat menuju SDN Kauman 3 Ngoro, Jombang. Disela-sela bersih diri pagi hari, Persiapan dilakukan kembali sejak sebelum subuh tiba, dengan mengecek kelengkapan apa saja yang akan dibawa. Bagian fasilitator mengecek barang bawaan, dokumentator mengecas baterai kamera masing-masing, sementara para inspirator sibuk menyiapkan materi yang akan disampaikan nanti. Waktu sudah menunjukan pukul 05.15, ini adalah jadwal dimana kami harus berangkat ke lokasi. Rombongan belajar 3 ( rombel 3 ) akan segera diberangkatkan, kami sudah siap semua. Namun ternyata ada yang kurang, satu relawan masih kurang. Dengan terpaksa kami harus menunggunya 15 belas menit lagi, jika tidak ada kabar, maka kami sepakat akan berangkat dengan orang seadanya. Waktu sudah menunjukan pukul 05.25, para relawan lainya sudah mengajak untuk berangkat saja, saya berusaha meyakinkan teman-teman bawha satu orang ini pasti hadir. Tepat pukul 05.27, Alhamdulillah satu relawan ini hadir, Dan rombel 3 KI jombang 3 di SDN kauman 3 berangkat dengan semangat optimis akan sukses mengispirasi para calon pemuda negeri.


note : Tahap ini adalah tahapan persiapan, Dan kita semua hanya sedang tahapan persiapan. Disini saya menemukan banyak sekali persiapan, mulai persiapan acara, persiapan berangkat, dan ada pula persiapan pulang. Semua tahapan di dunia ini hanyalah tahap persiapan, barangkali inilah tahapan yang disebut sebagai bagian memantaskan diri. Setiap proses persiapan ini harusnya selalu memberi motivasi dan inspirasi untuk manfaat yang lebih untuk ummat.

Semua ini hanyalah tahapan persiapan menuju prosesi kematian.
#Salam Inspirasi



Diketik 28 April 2016
by Sugit cakgit 
@PPDS
campuran motivasi

Kamis, 25 Februari 2016

Tanpa masalah adalah masalah ?

Gambar 
Setiap manusia terlahir dengan fitrahnya, mereka memilki sisi baik dan buruk, setiap orang pasti sepakat bahwa tidak ada yang terlahir tanpa memiliki keduanya (baik dan buruk). Dalam setiap perjalanan tidak ada orang yang hidup tanpa masalah, ibaratkan saja setiap masalah adalah udara yang kita hirup, setiap hari ada saja permasalahan yang timbul entah itu dari masalah diri sendiri, masalah kawan, masalah baru , bahkan masalah lama yang terbaharui. Seringkali kita selalu berkutat di permasalahan yang sama karena ingatan-ingatan yang telah mengakar pada pemikiran yang tidak berubah. Pertanyaannya adalah, apakah permasalahan itu perlu tumbuh ?

Saya yakin setiap orang punya pendapat tersendiri terkait pertanyaan ini, namun menurut hemat saya, pertumbuhan permasalahan itu sangat perlu untuk kualitas diri yang lebih baik. Tapi pertanyaan yang akan timbul lagi adalah, jika dengan masalah yang sama saja kita tidak bisa menyelesaikan, mengapa harus menambah masalah dengan memperhatikan opini saya ini ? hehe

Saya jadi teringat dengan syair lagu banjari ketika saya nyanyikan dulu, 

Belajar di waktu kecil ..
Bagai mengukir di atas batu..
Belajar sesudah dewasa..
Laksana mengukir di atas air..


Itu merupakan penggalan lirik lagunya, Jika kita amati secara logika memang mudah saja kita artikan. Saya yakin, sampean akan mengartikan bahwa belajar diwaktu kecil lebih baik dibanding dengan belajar saat telah dewasa. Memang benar dengan arti seperti itu, tidak salah dan saya pun sepakat dengan pernyataan itu. Namun seperti pada lirik lagunya "Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu" , menurut saya itu maknanya adalah ada banyak sekali permasalahan yang akan di tempuh untuk menjadi sebuah ukiran tajam yang indah. Jika anak kecil diibaratkan sebagai batu, bayangkan saja kebingungan dirinya yang tidak tau mengapa dirinya harus diukir. Bayangkan saja kesulitan dalam proses pengukiranya karena tak paham dengan kebutuhan yang sebenarnya wajib dilakukan.

Kita tidak bisa memahami sesuatu tanpa adanya permasalahan dalam kehidupan ini. Mungkin tak akan ada orang yang tumbuh dan berkembang tanpa adanya permasalahan. percaya atau tidak orang-orang besar terlahir karena permsalahan yang besar, sebut saja steve jobs yang terpaksa harus di drop out dan setiap harinya harus menempuh perjalanan 20 mil untuk memperjuangkan pemikiranya tentang si apel. Banyak sekali tokoh besar dunia yang yang terlahir dari permasalahan yang dianggap orang tidak dalam kewajaran manusia.

Permasalahan adalah hal manis yang sedang dibungkus dengan kepahitan sementara, tak ada cara lain selain menghadapi dan sesegera mungkin untuk menyelesaikanya. Tumbuhnya permasalahan memungkinkan kita memahami megapa bahwa sisi manis itu sekedarnya saja, dan menghindar adalah jalan singkat terburuk yang tampak manis. Percayalah saja kawan , Sang Pencipta tidak akan membebani permasalahan melebihi kemampuan Hambanya.

Permasalahan adalah hal penting dalam kehidupan ini, tanpanya kita tidak akan tumbuh berkembang. Jangan meyakini hidup tanpa masalah adalah sebuah kemenganan, karena hidup tanpa malasalah adalah sebuah permasalahan besar. 

Diketik :
22 Februari 2016
by SugitCakgit
#GUYU(B) SANTRI motivasi

Senin, 11 Januari 2016

SPE Team 12

foto istimewa

Sudah berapa tahun kita bersama kawan ?? Sudah berapa kali kita bertatap muka, dalam sehari ini ?? Sudah berapa sering kita saling membenci dan saling mencintai ?? Sudahlah jangan baper, hahaa. Satu lagi, Sudah berapa adik tingkat dibawah kita ?? 

Aku yakin sampean semua tidak akan bisa menjawabnya, termasuk saya kecuali pertanyaan terakir.
Siang ini aku sedang berada di bangunan berlantai 3 kita (Gedung Energi), lebih tepatnya di pojokan ruang TA sebelah printer hitam yang atasnya ada beberapa tinta yang siap bekerja, dan aku duduk di pojokan kasur berwarna tak jelas karena seringnya ditiduri tapi tak pernah dicuci. Sesekali aku memandangi tulisan di dinding sebela kanan dari tempatku duduk, " Cepet Lulus, Cepet Kerja, Cepet Nikah ". Entahlah apa maksud yang terkandung dari tulisan itu, mungkin sekedar motivasi atau mungkin sebuah kode tersembunyi dari sang penulis tulisan itu yang hingga kini masih menjadi misteri. "Hehemmb..." jadi senyum sendiri.

Siang ini sangat panas, itulah mengapa hampir satu kelas SPED4 12 (red : Sepeda Rolas ) masuk ruang TA untuk sekedar ngadem. Di pojok kanan Ayik dan Nopik yang sibuk dengan strategi footbal manager yang hingga kini saya sendiri tidak tau strateginya "iyalah orang ndak ikut main" haha,
si Bidin di sampingku yang sedang menggambar turbin dan tak kunjung selesai, Hanjar yang diam terpaku pada gadgetnya seolah sedang beromunikasi secara gaib dengan HPnya, begitupun sama yang dilakukan Kevin dan kakJon. 

" Gooll.... " suara Zaki yang sedang bermain PES dengan Danto sementara Wayan dan Aul yang sedang menunggu giliran main dan bertindak sebagai saksi gol sekaligus komentator pertandingan zaki dan danto. 

" broo" suara bambang yang ada di luar ruangan menyapa adik kelas terdengar hingga dalam ruangan dan semua teman tertawa mendengarnya "hahaha .. ,mbang mbang !!"

Sementara, Khilmy yang berdiri berhadapan dengan wisnu sedang membuat janji untuk makan nanti malam, entahlah di mana mereka akan malam mungkin di rumah si khilmy.

si Ciwi-Ciwi ( red: Perempuan ) berenam yang bergerombol menghalangi pintu keluar ruangan sedang asyik membicarakan mulai makanan, orang , hingga yang lain sebagainya, entahlah yang satu kemana dari pasukan tersebut hilang kemana. " Duh pasukan ini memang gerombolan yang paling aneh di dunia,merasa selalu benar dan sulit dimengerti" ucapku dalam batin. 

Suasana makin rame dengan alunan musik yang di putar oleh Edwin dengan genre melayu, sebut saja dangdut. Tak karuan sudah satu ruangan ini, ditambah Tio yang sedang tidur di belakang kasur yang ku tempati, rasanya ruangan ini lebih panas dibandingkan di luar ruangan, " kreeekkkk" Suara pintu yang terbuka karena Novan dan Hamka yang baru saja datang. Ditambah suara mas Nyoman yang cempreng sedang berusaha memainkan gitar dengan bersandar pada dinding sambil memandangi chord gitar dari mbah gugel, duduk tepat diatas posisi kepala Tio yang sedang tidur. " Hahaa"

Datanglah si nanda dengan berlari-lari menuju ruang TA" woe gaes ada info menyenangkan dari pak tio nih, kita akan ada evaluasi mengenai persiapan menghadapi dunia sebenarnya plus class gatering" menyampaikan dengan gaya alaynya. 
Namun Na’as teman-teman tak ada yang memperhatikanya kecuali ciwi-ciwi yang ada di depan pintu masuk. Merasa tidak ada yang menghiraukanya, muncullah suara laki-lakinya " woee wooee, neg dikek i info iku mbok ya di rungokno rek, iki gae awakdwe " ucap nanda dengan nada tinggi.

" Uwess tak rungokne nda, woles wae lah" sahut nopik dengan nada kalem

"iyoo" ayik menambahi dengan nada melengkingnya.

"Ora usah banter-banter to nda, arek-arek ngerti ,wes krungu kok" tegas bidin menambahi.
"iya ndulles .." ucap rira dengan senyum.

"Tenang ndull, aku selalu memperhatikan kamu kok" sahut kakJon dengan nada nyantai.
"Gerrr, haahahhaa ", semua temen-temen rame tertawa..

Selang beberapa detik juri datang dengan langkah pelannya, " onok opo rek kok rame, krungu tekan ndisor kumau " ucap juri dengan polosnya.
" Perkoroe yo koen iku jur , teko telat takon-takon !!" ucap nanda agak kesal.
"hahahaha, jur jurr.. " satu ruangan makin heboh, tertawa sejadi-jadinya.
dan juri hanya bingung menggaruk kepalanya.

Mungkin ini sedikit hiburan di masa pusing Tugas Akhir seperti ini. Setidaknya sampean-sampean senyum membacanya kalopun tidak yasudah nanti kita senyum bareng saat kita foto wisuda ya. haha , Seperti itulah keseharian KITA kawan, maafkan dengan tulisan yang sedikit ngawur ini, setidaknya ini akan menjadi pengikat, dan pengingat di suatu masa nanti ketika KITA saling meraih mimpi.

Tapi Sudah ada pendamping wisuda belum ?? Tenang bro kalo belum, besok pas wisuda bisa pampang baner di bawah nih

gambar motivasi



Salam,  
  Ojo'ngantuk

Oleh sugitCakgit
diketik pada 11 januari 2016


motivasi

Rabu, 30 Desember 2015

PPDS

Foto Istimewa
Pondok pesantren Darussalam (PPDS)_Keputih Surabaya , menjadi tempat yang paling nyaman kedua setelah rumahku di kampung halamanku. Tak banyak orang yang tau tentang tempat ini, tak banyak orang yang mau pula tinggal di tempat ini. Selama disini aku menyaksikanya sendiri, hampir beberapa orang masuk dan kemudian pergi tak kembali. Mungkin ini adalah anugerah bagiku yang aku sendiri belum tau mengapa aku betah dan sangat rindu pulang ke pondok selepas kuliah. Disini ada orang-orang pilihan, disini ada orang-orang yang berbeda dari biasanya . Aku sangat sulit menjelaskan tempat ini. Mendefinisikanya saja hal yang tak biasa menurutku... ini tempat apa ya ?? selalu sama pertanyaanku..

Aku menulis ini ,dengan duduk menyendiri di pojok lantai 3 dengan bersandar pada pagar hitam pembatas pengaman tempat orang berdiri, sisi ini memang paling tepat untuk mengamati semua keadaan di lingkungan pondok pesantren Darussalam. Tepat arah jam 12 dari sisi utara kupandangi , teman-temanku ada yang asyik bermain dengan piranti kecilnya (gadget canggih), mereka duduk bersama melingkar, entahlah apa yang ada ditengah-tengahnya, tak terlihat dariku saat ku coba memandang. Dekat dengan mereka temanku yang lainya sedang asyik memasak mie isnstant dan kopi bubuk , mereka tertawa-tawa karena alat pemanasnya yang tak kunjung bisa dioperasikan .hahaha... aku jadi ikut tertawa ringan.

Kulihat ke lantai bawah, si Ari salah seorang santri yang sedang asyik mengucek, memeras dan menjemur pakaian, dia sedang mencuci. Wajarlah setiap hari libur kuliah seperti ini, tempat penjemuran pakaian selalu ramai baju-baju para santri yang ingin bersih. Tampak pula seorang santri yang sedang piket membersihkan halaman dengan sapu panjangnya (red: sapu kerik). "krakk krakk ,krakkk" , begitulah kudengar dari lantai tempatku duduk ini. Kutengok lagi, si Ari yang belum selesai jemur pakaian di bawah, sudah ada lagi mas maksum yang mencuci baju di kamar mandi. "wah, mana cukup tuh jemuran", dalam hatiku bergumam..

Aku coba berdiri , masih di tempat yang sama, kucoba menengok kamar-kamar terdekat dari tempatku berdiri, terlihat teman-teman yang sedang tidur lelap sekali, tampak dari bunyi dengkuranya "krookk...krookk" , seperti suara mesin blender jus buah di sebelah rumah. Bahkan suara alarm seseorang yang berbunyi pun tak terhiraukan, tidak ada yang terbangun seorang pun. Merasa kasihan melihat teman-teman yang asyik tidur, aku pun bergegas menuju alarm tersebut dan mematikan bunyi liarnya.

Bergegas aku kembali menuju tempat duduk tadi, di pinggir pagar hitam dengan duduk lesehan. Aku lanjutan tuk menulis kembali, pernah aku mempunyai perasaan yang sama dengan temanku yang kuajak mondok dulu, yang kini telah pergi meninggalkan tempat ini. Kini dia berubah tak seperti seharusnya. Tenang kawan pembaca ini pondok laki-laki semua.. hahahaa

Sedikit bercerita saat pertama aku ada di tempat ini, Sebelum tidur aku berdiri memandangi orang-orang yang telah tidur dahulu, tampak pulas menikmati malam, kuhitung jumlah penduduk satu kamar dengan jari,13 orang +(plus) aku. "waahhhh jumlah yang banyak untuk satu kamar 5x4 ini" , itu yang terpikir olehku.Aku tak bisa tidur malam itu. Kupejamkan mata, tetap saja tidak bisa, tak beralaskan selembar tikarpun, tak ada kasur seperti kos-kosanku dahulu, tak ada penerangan yang secerah kamarku dirumah. Ditambah suara nyamuk yang mengitari telingaku, " ngiiiinggg ,ngiiingggg, ,ngiiing..." lengkap sudah penderitaan malam itu. Sisi atas dan sisi bawah badan semua jadi santapan nyamuk yang tak hirau dengan bau autan(Red: pengusir nyamuk). Jangankan mata terpejam, tubuh diam pun tak mendapat kesempatan. " plak ,plak.. " tangan kanan dan kiri ku ayunkan, tapi tak satupun nyamuk kutagkap. Di tambah dinginya malam yang panjang tak ada satupun yang hirau denganku, karena orang di sekelilingku telah tidur dengan nikmatnya.

Kuambil jas lab berwarna ungu yang biasa kugunakan praktikum di kampus, kain jas ringan itu kugunakan membungkus kepala agar tak terdengar lagi suara-suara nyamuk yang mengitari kepalaku. Sambil kupejamkan mata dengan pelan-pelan hatiku berbisik, " Ya Allah, jangan jadikan hanya karena perkara semacam ini, membuatku luntur semangat untuk mencari (ridho) Engkau ,Ya Rab.. ". Sesaat setelah aku berdoa ,tidurlah aku dengan pulas.
Baru saja merasakan tidur, bunyi keras dari pintu yang digedor oleh ustad dengan sebuah tongkat papan membuatku bangun dengan kaget, " DOKK, DOKK, DOOkk..." . Semua santri bergegas berlarian ke kamar mandi, "Ada apa ini masih malam ribut sekali" pikirku dengan polosnya. Ternyata memang seperti itu alarm pagi bagi para santri.

Sudah satu tahun lebih aku berada di tempat ini, sekarang tak ada lagi rasa segan terhadap apapun yang telah ada, tidur tanpa tikar, tanpa bantal dan tak beralas pun jadi. Dengan nyamuk pun sudah biasa, tidur berdesak-desakan semakin seru supaya sang nyamuk bingung memilih darah mana yang akan dihisap, itu kami anggap cara mengelabuinya. hahaa.

Sisi pondok pesantren yang kental dengan nuansa Kekeluargaan, Kesederhanaan, Semangat dan Keta’dziman terhadap guru mengajarkanku banyak hal. Segi kesederhaan dan saling berbagi mungkin tak akan kudapatkan di tempat lain, disini aku menemukan hal bahwa" manusia tak ada gunanya, jika tak menjadi manfaat bagi semesta alam". Ada banyak hal yang mungkin tak mampu kutulis disini, namun aku meyakini pondok pesantren adalah ladang terbaik belajar untuk kehidupan dan kematian. Alhamdulillah, aku bersyukur masih diijinkan Allah untuk hidup di tempat ini, tempat yang pernah kuidam-idamkan, tapi entah kapan di masa lalu. Disini aku mendapatkan ketenangan, yang terkadang membawaku berandai-andai "Andai aku diijinkan bercita-cita kembali, pasti aku memilih ingin menjadi kyai yang hidupnya tenang tak berfikir masalah duniawi". heheehe.



Sumber :
Kisah iNspiratif Sugitcakgit.
#GUYU(B) SANTRI hikmah kisah motivasi tauhid

Minggu, 30 Agustus 2015

Berikan yang terbaik


Sebagaian besar dari kita sangat sering melakuakan hal-hal yang mungkin menurut kita baik, namun tak pernah dihargai atau tidak mendapat balasan. Bagaimana tidak menjadi beban pikiran, jika kita melakukan sudah sangat serius, tapi ternyata diagap bergurau. Mungkin seperti ini maksud nasehatnya.

Saat kau berbuat baik namun tidak pernah dihargai, maka tetaplah berbuat baik.

Saat kau melakukan pengabdian namun tidak diperhatikan, maka tetaplah mengabdi.

Saat kau berusaha memperbaiki situasi namun tidak diterima, maka berusahalah menerima.

Saat kau memberikan perhatian namun tidak diperhatikan, maka tetaplah jadi pemerhati.

Saat kau berusaha menasehati namun nasehatmu tidak dihiraukan, maka teruslah menasehati.

Saat kau berusaha mencintai namun tak terbalas, maka tetaplah mencintai.

Saat kau memberikan keyakinan namun tak dipercaya, maka tetaplah menjadi yakin.

Meski saat kau berbaik hati dan esok dilupkan, maka tetaplah berbaik hati.

Meski saat kau jujur namun engkau difitnah, maka tetaplah menjadi jujur.

Bahkan saat kau mempercayai namun dikhianati, maka tetaplah menjadi percaya.

Kita tidak pernah tau sikap mana yang akan mendapat balasan yang terbaik dari manusia. Tapi alangkah menyakitkan hati jika balasan itu kita harapkan karena melakukan kebaikan. Sementara orang lain sebenarnya tidak pernah bisa bersikap seperti yang kita harapkan. Berhusnudzon itu lebih baik kawan, tidak akan menambahi beban pikiran.

Tetaplah lakukan semua kebaikan, meski dengan balasan yang amat menyakitkan.Tetaplah lakukan kebaikan dan berikan yang terbaik. Pada akhirnya kita pasti mengerti, bahwa semua itu bukanlah hubungan antara kita dengan manusia lainya. melainkan ,hubungan kita dengan Allah SWT.

Ikhlaslah, tetaplah bersyukur.


Sumber :
Kisah inspiratif sugitcakgit
Diketik: 31 Agustus 2015
hikmah motivasi puisi

Jumat, 21 Agustus 2015

PENGKADERAN

          

        Kuliah adalah sekolah lagi. Definisi ini adalah definisi yang paling tepat versi ku sendiri. Bagaimana tidak ,lha wong kuliah saya itu berangkatnya mulai pukul 8 pagi dan pulangnya 16.30 (setengah lima) sore.  Bagiakan sekolah SMA lagi, malah lebih berat dari sekolah SMA yang masuk sekolah jam 7 pagi dan pulang jam 13 siang. Kalo plus les ( bimbingan belajar) paling maksimal pulangnya pukul 15 (3 sore). Ya seperti itulah terasa berat sebagai seorang mahasiswa baru yang harus beradaptasi dari siswa  menjadi seorang mahasiswa. 

            Pengkaderan merupakan suatu prosesi yang tak boleh terlewatkan saat menjadi mahasiwa baru , atau dapat dikatakan wajib ain. Mulai pengkaderan dari tingkat kampus, kemudian pengkaderan versi fakultas dan disambung versi jurusan. Setiap kampus tentunya berbeda prosesi pengkaderanya , jadi jangan disamakan. Karena ada visi misi yang terselip di dalam proses tersebut. Sebagai mahasiswa baru mah nurut aja, cari aman.  Lagian ini juga kesempatanku untuk mengenal banyak orang dalam satu angkatan. Disini juga akan dikenal dengan istilah senior junior, senior dari panitia dan junior mabanya, intinya gitu. Sebagai mahasiswa baru (junior) harus nurut sama senior (mahasiswa lama). 

      Mahasiswa baru diwajibkan  1 1 2, artinya potong rambut kiri kanan 1 cm, 2 cm kepala bagian atas,  kayak tentara saja pikirku. Terlebih waktu pengkaderan jurusan , banya sekali tugas yang dibebankan, mulai dari name tag ,baju harus seragam sampai buku pengkaderan harus sama, padahal buku nya aja nggak pernah digunakan. Tugas- tugas pengkaderan pun terpaksa harus dikerjakan saat malam. Jadi, pulang kuliah sampai malam , kegiatan penuh di kampus.  Semua temanku sama tak ada yang mandi sepulang kuliah. Langsung pada sibuk mengerjakan tugas-tugas pengkaderan kuatir tidak selesai dan pas pertemuan pengkaderan akan kena marah dari senior.

Pada salah satu pertemuan para senior marah kepada kami (para mahasiswa baru ). Karena tugas angkatan kami tidak selesai dikerjakan.

“ Kalian itu gobl*k , tugas seperti ini aja tidak selesai”
“ Tidak niat mengerajakan ?? hah ?”
“ Tidak niat ikut pengkaderan !!”
“Ayo siapa ini yang akan tanggung jawab ??”

 kami semua hanya tertunduk dan diam , seluruh ruangan hening seketika. Saya pun ikut diam mendengarkan kritikan dari senior yang ngalor ngidul , tak anggap saja sebagai radio rusak. Sampai akhirnya saya mendengar perkataan senior yang sangat keras,
“Ayo cepat berdiri !!”
Seketika itu saya langsung berdiri,
“ He kamu ngapain kamu berdiri ?
“Kan Masnya tadi yang nyuruh berdiri, orang ini gimana to , nak konsisten dengan perintahnya “
jawabku dalam hati.
“Jadi kamu yang akan tanggung jawab atas tugas angkatan ini? hah ? ,”
“Ayo jawab , kenapa tugas ini ndak selesai , ndak niat mengerjakan ? hah ?”
suara senior dengan nada tinggi.
Dengan berlagak santai saya coba menjawab “ Ya niat mas kalo ndak niat ya belum sama sekali , itu kan kami sudah mengerjakan beberapa persen,..”
belum selesai menjaelaskan suara senior memotong pembicaraan saya “ itu artinya kalian ndak niat” tau ? hah ?”..
Saya yang masih berdiri kemudian tanya dengan polosnya tanya “kalo masnya sudah mengerjakan tugas dosen MTK ? tadi ada pengumuman buat kelas semester atas di mading dosen.”
Seluruh ruangan kemudian tertawa dengan pertanyaan saya tadi. Para senior dan mahasiswa baru tertawa jadi satu.
“Wah ini semua orang malah tertawa , kenapa ya “ pikirku bingung.

Kemudian senior malah marah kepada kami, “Cepat bubar kalian , saya kasih waktu sampai besok, selesaikan tugas kalian. Cepat bubaaar ..!!”

Akhirnya pengkaderan waktu itu di bubarkan , semua temen-temen mengatakan “ kamu keren emang” . wah makin bigung aja saya ini. Tapi sudahlah yang penting semua temen-temen seneng.

             Hari berganti hari, bulan berganti bulan , akhirnya satu semester penuh pengkaderan telah selesai dijalani. Kalo sudah selesai mengikuti pengkaderan biasanya akan ada lagi acaranya yakni pengangkatan warga, maksudnya adalah prosesi diakui menjadi bagian keluarga himpunan mahasiswa, gampanganya ya diakui sebagai rakyat dari struktur pengurusan himpunan mahasiswa. Jadi, sebagai  rakyat yang berhak melaksanakan hak dan kewajiban demi kesejahteraan bersama. Banyak hal yang kudapat pada tiap pertemuan proses pengkadearan, dari keberanian berpendapat , kekeluargaan ,manajemen waktu dan banyak hal lainya. Banyak pihakyang  pro dan kontra dengan pengkaderan. Akan tetapi selama itu diniati mencari ilmu semua hal pasti baik dilakukan.      

Sumber :
Kisah Inspiratif sugitcakgit

19 Agust-15


Cerita kisah motivasi

Jumat, 01 Mei 2015

Teruntuk Calon Istriku Kelak

Telah kusiapkan dua buah telinga yang sangat siap mendengarkan coletahanmu dikala kau ingin mengadu padaku tentang semua kebutuhan-kebutuhanmu dan kebutuhan-kebutuhan anak-anak kita.

Telah kupelajari berbagai bidang ilmu mengenai berkeluarga , agar kau dan keluargamu yakin padaku ,karena aku sebagai imammu.

Kusiapkan pula tanggung tanggung jawab ,dan nasehat terbaik untuk menjauhkanmu dari berbagai fitnah dan perasaan terzalimi yang tak perlu kau lalui.

Ketika engkau merasa lelah membereskan semua keperluan keluarga kita di rumah, maka duduklah sejenak , dan ijinkan tangan yang sedikit kasar ini melemaskan otot-otot ringanmu.

Ijinkanlah aku merasa puas dan bahagia menikmati hasil karya dapurmu ,meski kutau masakanmu tak seenak masakan di ujung jalan ,setidaknya rasa tulusmulah yang membuat masakanmu terasa nikmat.

Memang ku akui , bahuku tak sebidang olahragawan ,tapi kupastikan ,bahuku ini cukup untuk menampung derasnya air mata yang membuat batinmu terasa sesak.

Aku memang tak bisa melucu seperti halnya pelawak ,namun aku lah yang menjadi nomer satu dalam membuatmu tersenyum ,meski aku tak tau bagaimana cara terbaiknya , akan ku usahakan.

Aku tak tau siapa dirimu ,tapi kupastikan kau selalu ada dalam doa ku ,dan kuyakin diriku pun ada dalam doamu , karena engkaulah calon penguat imanku ,untuk surga yang kita tuju.

#Terinspirasi dari "Seni Memantaskan Diri" karya keren dari mas Brilli Agung Zaky Pradika.

Sumber :
Sugitcak

motivasi puisi

Minggu, 13 Oktober 2013

Syukur Keyakinan

             Kuawali dari sini , sebuah cerita akan terbentuk dengan luar biasa , tak terasa banyak sedikitnya sebuah perjalan hingga sampai saat kini ,seperti ini, dan masa depan indah yang memberi janji, Alhamdulillah sebuah kata yang tak bisa lepas dan takkan mungkin kulepas , puji syukur atas segala karunia ,atas segala rasa dan juga air mata bahagia.


           Kunamai hal ini sebagai Keyakinan ,hal petama yang harusnya terbentuk pada diri setiap orang ,dengan satu hal tersebut ,ku ekspresikan semua yang tertulis dalam pikiran dalam secarik lembar putih tak beralaskan ,tak juga tergariskan , dan kuberi nama sebagai Negeri Impian Terdalam . Ku tau , tak semua manusia piawai dalam menuliskan sebuah impian , terlebih menciptakan sebagai sebuah kenyataan , Namun rasanya sebagai suatu Keharusan ketika semua orang menanyakan dan menantang tentang masa depan .


         " hahaahaa ", kumulai tertawa dalam sajak yang terlalu sederhana, awalnya ku menganggap semua hal itu hanya sebagai gurauan dan angan belaka , tapi ternyata kurasakan pahitnya ketika mereka yang menggunakanya tersenyum luar biasa .
       Mulai saat ini , tak akan ku ulangi pencapain yang terlau lama ,  percepat dan sesegera mungkin itulah Kuncinya , entah apa yang harusnya dipikirkan , namun Orang Tua lah yang menjadi sebuah alasan utama ,  jangan terlalu banyak alasan mengenai fasilitas dan juga hasil nantinya , terpenting sebuah Ikhtiar dan Tawakal harus selalu dijaga . dan Keyakinan pencapaian Tujuan harus diUtamakan .
         

salam Syukur......
sudahkah bersyukur dalam setiap salam???..   :)
#1

motivasi

 

We are featured contributor on entrepreneurship for many trusted business sites:

  • Copyright © CakSugit Note'S 2015
    Distributed By My Blogger Themes | Designed By Triyono Sugit